Pusat Penelitian Metrologi-LIPI Kembali Mendapatkan Pengakuan Internasional atas Kemampuan Pengukuran dan Kalibrasi (CMC) nya.

Publikasi CMC 2017

CMC 2017 Puslit Metrologi LIPI

Sejumlah 12 kemampuan pengukuran dan kalibrasi untuk lingkup vibrasi baru saja mendapatkan pengakuan internasional dari CIPM (Komite Internasional Takaran dan Timbangan).

Proses untuk mendapatkan pengakuan internasional dimulai dengan peer-review ISO/IEC 17025 oleh ahli metrologi dari NMI Korea (KRISS) pada tahun 2013 dan dilanjutkan dengan kegiatan uji banding kemampuan pengukuran dengan NMI China (NIM) dan India (NPLI) yang terdaftar dalam kegiatan Asia Pacific Metrology Programme dengan nomor APMP.AUV.V-K1.2 dengan hasil memuaskan dan berkesesuaian dengan hasil uji banding pengukuran tingkat internasional CCAUV.V-K1. Kegiatan  teknis lainnya yang diikuti adalah melakukan Pilot Project dengan NMI Perancis (LNE) yang terdaftar di BIPM dengan nomor EURAMET.AUV.V-P1. Hasil kegiatan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Metrologia, Volume 54, Technical Supplement tahun 2017.

Setelah melalui proses evaluasi di tingkat Asia Pasifik (APMP) dan kemudian evaluasi tingkat internasional, akhirnya CMC untuk lingkup vibrasi Puslit Metrologi LIPI dapat diakui oleh dunia internasional dan berhak masuk dalam daftar Appendix C CIPM-MRA pada tanggal 06 Juni 2017.

Sebanyak 12 entri yang terdiri atas 4 entri untuk sistem primer kalibrasi accelerometer yang memenuhi standard ISO 16063-11 dan 8 entri untuk sistem sekunder kalibrasi accelerometer yang memenuhi standar ISO 16063-21 dalam rentang frekuensi 40 Hz sampai dengan 5000 Hz.

Nilai CMC yang masuk dalam Appendix C menunjukkan bahwa kemampuan dan hasil kalibrasi untuk lingkup vibrasi Puslit Metrologi LIPI telah memiliki kesetaraan dengan NMI di negara lain dan hasilnya diakui secara internasional. Demikian pula standar acuan vibrasi yang dimiliki oleh laboratorium kalibrasi sekunder dan instrumen-instrumen pengukuran vibrasi yang tertelusur ke SI melalui Puslit Metrologi LIPI maka hasilnya telah dapat diakui secara internasional.

Hal ini akan memberikan dampak positif dalam berbagai sektor. Misalnya dalam sektor perniagaan dan industri, apabila terdapat persyaratan spesifikasi teknis vibrasi yang harus dipenuhi agar barang tersebut dapat diekspor ke suatu negara tertentu maka proses pengujiannya dapat dilakukan di dalam negeri menggunakan instrumen pengukuran vibrasi yang telah tertelusur ke SI melalui Puslit Metrologi. Sertifikat kalibrasi intrumen pengukuran tersebut dapat dijadikan acuan bahwa tidak ada keraguan terhadap nilai hasil pengukuran karena standar acuan yang digunakan untuk mengkalibrasi instrumen pengukuran vibrasi di negara tujuan ekspor memiliki kesetaraan dengan standar acuan yang dimiliki oleh Indonesia. Contoh lainnya adalah dalam bidang transportasi udara, sertifikasi oleh FAA adalah standar yang wajib dipenuhi oleh sebuah maskapai sebagai penilaian kelaikan serta jaminan keamanan pesawat untuk dapat melakukan perjalanan ke destinasi internasional. Untuk mendapatkan sertifikasi FAA, serangkaian pengujian akan dilakukan dan pengukuran vibrasi merupakan salah satu unsur pengukuran yang ada di banyak subjek pengujian.

Dengan masuknya lingkup vibrasi Puslit Metrologi LIPI di Appendix C maka proses pengukuran vibrasi komponen pesawat tidak perlu dilakukan di luar negeri karena validitas hasil pengukuran vibrasi oleh instrumen yang tertelusur ke SI melalui Puslit Metrologi LIPI akan diakui oleh tim penilai dari FAA sehingga akan memberikan manfaat efisiensi waktu dan biaya.

Kerjasama/Denny H./Juni /2017