Redefinisi Satuan SI, Sebuah Tonggak Bersejarah

CGPM

CGPMPekan ini, tanggal 13-16 November 2018, negara-negara penandatangan Konvensi Meter berkumpul di Palais des Congrès di Versailles, Perancis dalam pertemuan ke-26 Konferensi Umum Takaran dan Ukuran (General Conference on Weights and Measures–CGPM) untuk menentukan perubahan Sistem Internasional Satuan (Satuan SI) atau yang dikenal dengan istilah Redifinisi SI.

Ini adalah perubahan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh komunitas metrologi internasional dan mewakili salah satu perubahan paling signifikan terhadap SI sejak penciptaannya.

Satuan SI, yang telah berada di bawah tanggung jawab BIPM sejak diadopsi pada pertemuan ke-11 CGPM pada tahun 1960, menggantikan Sistem Metrik, yang merupakan salah satu warisan paling penting dari Revolusi Prancis. Saat ini, SI adalah sistem satuan legal yang digunakan di hampir semua negara di seluruh dunia. Revisi SI ini menandai berakhirnya penggunaan artefak dalam mendefinisikan satuan SI. Revisi SI ini adalah puncak dari kerja sama ilmiah yang intensif antara Lembaga Metrologi Nasional dan BIPM serta berbagai lembaga peneilitan kelas dunia lainnya selama bertahun-tahun.

BIPMBIPM, yang terletak di Sèvres dekat Paris, didirikan pada tanggal 20 Mei 1875 melalui sebuah perjanjian internasional, yaitu Konvensi Meter, dan dikenal masyarakat umum sebagai pemelihara prototipe internasional baik meter maupun kilogram. Ini adalah salah satu organisasi internasional tertua. BIPM merupakan simpul kerjasama internasional pertama di bidang metrologi yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat terhadap pengukuran yang andal dan seragam di masyarakat, perdagangan dan industri. Saat ini, BIPM memiliki 60 Negara Anggota dan 42 Negara Kehormatan. Kegiatan BIPM berada pada titik pusat tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini, termasuk perubahan iklim, kesehatan dan keberlanjutan energi. BIPM melakukan kegiatan ilmiah tingkat tinggi di bidang metrologi dan bertindak sebagai forum untuk Negara-negara Anggota.

Pada hari Jumat 16 November 2018 ini, diharapkan definisi dari empat satuan (kilogram, ampere, yang kelvin dan mol) akan direvisi. Definisi semua unit SI yang direvisi akan ditautkan dengan konstanta fisika, yang akan menjamin stabilitas dan universalitas mereka.

Redefinisi SIKilogram, satuan terakhir yang didefinisikan dari suatu artefak (prototipe internasional kilogram, disetujui oleh CGPM pertama pada tahun 1889 dan disimpan di Pavillon de Breteuil-kantor BIPM), selanjutnya akan dikaitkan dengan Planck konstan. Definisi baru akan menggunakan ‘aturan alam untuk membuat aturan pengukuran’ yang menghubungkan pengukuran pada skala atom dan kuantum ke pengukuran di tingkat makroskopik.

Sebagai Pengelola Teknis Standar Nasional Satuan Ukuran yang di tingkat internasional dikenal sebagai Lembaga Metrologi Nasional (National Metrology Institute-NMI), Pusat Penelitian Metrologi-LIPI, mempunyai tugas dan fungsi untuk menyediakan standar pengukuran yang tertelusur ke satuan-satuan yang akan ditetapkan tersebut bagi peralatan ukur yang digunakan di wilayah Republik Indonesia.

Ketika ilmu dan teknologi berkembang, tuntutan terhadap pengukuran untuk mendukung produk dan layanan baru akan meningkat. Metrologi adalah cabang ilmu yang dinamis dan langkah-langkah yang diambil oleh BIPM dan komunitas metrologi yang lebih luas untuk mengembangkan SI pada tahun 2018 ini akan mendukung kebutuhan ini untuk memastikan para ilmuwan dapat mempelajarinya dan perekayasa dapat meningkatkannya.

Dan, karena sains dan teknologi memainkan peranan penting dalam kehidupan kita, maka pengukuran pun penting bagi semua orang.

Ghufron Zaid

Versailles, Perancis